Pohon Gempol (Nauclea orientalis) Si Pohon Bertuah

 

Perjalanan diwaktu pagi saat menembus kabut menuju Pos Panenjoan Cagar Alam Gunung Tukung Gede dan Rawa Danau yang terletak di Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Provinsi Banten terasa begitu dingin, berbalut kabut  putih  menerabas perjalanan kami menuju cagar alam rawa danau.  Pohon rindang hijau dikanan dan kiri jalan dengan ranting cabang membentuk kanopi lorong vegetasi yang menambah syahdu suasana perjalanan kami. Begitu sampai di Pemantauan pos panenjoan begitu terpesonanya mata ini melihat begitu indahnya hamparan hijau bak rumput dengan kerapatan pejal hijau membentuk harmoni alam yang indah. Tampak jika kita lihat dengan lebih  seksama ternyata rimbunan hijau yang tampak dari jauh itu adalah pohon penghuni cagar alam rawa danau.

Pohon Gempol (Nauclea orientalis) merupakan salah satu pohon endemic yang berada di Cagar Alam Rawa Danau. Pohon tersebut merupakan pohon yang mempunyai daya tahan terhadap cekaman genangan air pada ekosistem rawa. Menurut Putri Kurniawari P., et all (2016) Gempol dapat tumbuh pada lahan kering dan basah, kayunya dapat dimanfaatkan untuk bahan bagunan dengan pertumbuhan yang relative lebih cepat. Pohon Gempol berpotensi digunakan sebagai obat virus malaria (Budiarti, M. et all, 2020) dan fitoremediasi yang dapat menetralisir logam berat sepert Hg, Fe,Mn, Zn, Cu, Pb, dab Cd dan sebagai anti mikroba (Putri, R.F. et all 2019) serta banyak sekali manfaat lainya yang masih belum terexplore semuanya dari segi fungsinya.

Banyak nama panggilan yang diberikan terhadap pohon ini karena pohon ini juga tidak hanya tumbuh di cagar alam rawa danau namun tersebar  diseluruh wilayah Indonesia terutama pada ekosistem rawa. Beberapa derah menyebut pohon Gempol ini dengan sebutan Bangkal, Gempol, dan Kaula dan berbagai nama lainnya Nama Pohon Gempol di Inggris dikatakan tanaman Bur Tree, Canary Wood, Liichardt Pine, dan Yellow Chessewood (Wikipedia 2024). Tinggi Poho Gempol dapat mencapai ketinggian 30 meter atau lebih dengan diameter sekitar 50cm.  Bunga  yang berbentuk bola golf dengan bentuk yang menyerupai  fisik dari virus korona dan  terasa asam jika bunganya coba dikonsumsi. Pohon Gempol dalam taksonomi dapat digolongkan kedalam kingdom Plantae, Divisi Tracheopphyta, Ordo Gentianales, Family Rubiaceae, dan Genus Nauclea, Species Nauclea orientalis

Bagian yang cukup terlihat berbeda adalah pada batang tanaman gempol. Batang gempol terlihat lebih besar dan mempunyai kulit yang menyerupai pohon duku namun disini kulinya lebih mudah terlkelupas. Batang tanaman gempol lebih cepat berkembang dan terlihat seperti tanaman purbakala. Berwarna kuning kecoklatan dengan pola ruas ruas di semua kulitnya.  Daun tanaman gempol berwarna hijau tua dengan lebar daun seukuran daun kemiri. Sedangkan susunan akarnya merupakan akar tunggang yang terkadang beberapa bagian muncul ke permukaan tanah. Akar tanaman Gempol cukup kuat mencengkram tanah dan mampu tumbuh dan berkembang pada kondisi tanah tergenang atau tanah dengan tingkat oksigen rendah.

Tanaman gempol merupakan tanaman yang mudah dibiakan. Bagian batangnya dapat diperbanyak dengan penyetekan batang. Dan batang stek tersebut dapat langsung ditanam dilapangan. Namun yang menjadi kendala adalah batang hasil stek akan menghasilkan akar serabut yang kurang kuat mencengkrang tanah di kawasan cagar alam rawa danau.

Pohon gempol dapat dipernyak  secara generative dan vegetative. Secaara generative biji dari tanaman gempol dapat disemaikan langsung di media tanah untuk kemudian disortir dari segi kecepatan tumbuh dan tinggi bibit tanaman gempol. Perbanyakan secara vegetative dapat dicari dari stek batang yang langsung ditancapkan pada tanah atau media tanam.

Pohon gempol mempunyai keunikan diantaranya adalah bentuk fisik yang menyerupai pohon purba, kemampuan akar dalam cekaman air, dan tanaman gempol menurut kepercayaan masyarakat sekitar merupakan tanaman yang sering dihuni oleh edemit penghuni cagar alam rawa danau. Kearifan local di masyarkaat percaya bahwa tanaman gempol merupakan gerbang masuknya dedemit agar alam rawa danau berupa jelmaan dari buaya putih penghuni cagar alam rawa danau.

Komentar