Pohon Gempol (Nauclea orientalis) merupakan salah satu
pohon endemic yang berada di Cagar Alam Rawa Danau. Pohon tersebut merupakan
pohon yang mempunyai daya tahan terhadap cekaman genangan air pada ekosistem
rawa. Menurut Putri Kurniawari P., et all
(2016) Gempol dapat tumbuh pada lahan kering dan basah, kayunya dapat
dimanfaatkan untuk bahan bagunan dengan pertumbuhan yang relative lebih cepat. Pohon
Gempol berpotensi digunakan sebagai obat virus malaria (Budiarti, M. et all,
2020) dan fitoremediasi yang dapat
menetralisir logam berat sepert Hg, Fe,Mn, Zn, Cu, Pb, dab Cd dan sebagai anti
mikroba (Putri, R.F. et all 2019) serta banyak sekali manfaat lainya yang masih
belum terexplore semuanya dari segi fungsinya.
Banyak nama panggilan yang diberikan terhadap pohon ini karena pohon ini juga tidak hanya tumbuh di cagar alam rawa danau namun tersebar diseluruh wilayah Indonesia terutama pada ekosistem rawa. Beberapa derah menyebut pohon Gempol ini dengan sebutan Bangkal, Gempol, dan Kaula dan berbagai nama lainnya Nama Pohon Gempol di Inggris dikatakan tanaman Bur Tree, Canary Wood, Liichardt Pine, dan Yellow Chessewood (Wikipedia 2024). Tinggi Poho Gempol dapat mencapai ketinggian 30 meter atau lebih dengan diameter sekitar 50cm. Bunga yang berbentuk bola golf dengan bentuk yang menyerupai fisik dari virus korona dan terasa asam jika bunganya coba dikonsumsi. Pohon Gempol dalam taksonomi dapat digolongkan kedalam kingdom Plantae, Divisi Tracheopphyta, Ordo Gentianales, Family Rubiaceae, dan Genus Nauclea, Species Nauclea orientalis
Bagian yang
cukup terlihat berbeda adalah pada batang tanaman gempol. Batang gempol
terlihat lebih besar dan mempunyai kulit yang menyerupai pohon duku namun
disini kulinya lebih mudah terlkelupas. Batang tanaman gempol lebih cepat
berkembang dan terlihat seperti tanaman purbakala. Berwarna kuning kecoklatan
dengan pola ruas ruas di semua kulitnya. Daun tanaman gempol berwarna hijau tua dengan
lebar daun seukuran daun kemiri. Sedangkan susunan akarnya merupakan akar
tunggang yang terkadang beberapa bagian muncul ke permukaan tanah. Akar tanaman
Gempol cukup kuat mencengkram tanah dan mampu tumbuh dan berkembang pada
kondisi tanah tergenang atau tanah dengan tingkat oksigen rendah.
Tanaman gempol merupakan tanaman yang mudah dibiakan. Bagian batangnya dapat diperbanyak dengan penyetekan batang. Dan batang stek tersebut dapat langsung ditanam dilapangan. Namun yang menjadi kendala adalah batang hasil stek akan menghasilkan akar serabut yang kurang kuat mencengkrang tanah di kawasan cagar alam rawa danau.
Pohon gempol dapat dipernyak secara generative dan vegetative. Secaara generative biji dari tanaman gempol dapat disemaikan langsung di media tanah untuk kemudian disortir dari segi kecepatan tumbuh dan tinggi bibit tanaman gempol. Perbanyakan secara vegetative dapat dicari dari stek batang yang langsung ditancapkan pada tanah atau media tanam.
Pohon gempol
mempunyai keunikan diantaranya adalah bentuk fisik yang menyerupai pohon purba,
kemampuan akar dalam cekaman air, dan tanaman gempol menurut kepercayaan
masyarakat sekitar merupakan tanaman yang sering dihuni oleh edemit penghuni
cagar alam rawa danau. Kearifan local di masyarkaat percaya bahwa tanaman
gempol merupakan gerbang masuknya dedemit agar alam rawa danau berupa jelmaan
dari buaya putih penghuni cagar alam rawa danau.

Komentar
Posting Komentar